Jumat, 22 Mei 2015

Tak punya hati nurani

Innalillahi.. astagfirullah haladzim.. berulang kali beristigfar dan meringis menyaksikan video yang begitu sadis. Manusia menyembelih seekor hewan dengan cara yang tidak selayaknya. Menebas leher-leher hewan tanpa menyebut nama Allah, melakukan penyembelihan dikumpulkan bersatu dengan hewan-hewan yang sementara disembelih. Hewan juga punya mata yang bisa melihat teman-temannya dibunuh secara sadis dan diperlakukan tidak wajar. Walaupun hanya hewan, apakah kita sebagai manusia yang memiliki otak tidak bisa memperlakukan mereka dengan cara yang baik? Bukankah kalau kita memperlakukan dengan cara yang tidak beradab itu sama saja dengan 'hewan'? Lalu apakah pantas mereka yang membunuh disebut manusia. Sungguh tidak pantas sama sekali.. Hati nurani mereka telah mati, mati dengan kebiasaan mereka membunuh dengan cara yang tidak beradab.. Haaahhh... semoga saja setelah itu mereka merasa sangat-sangat menyesal karena membunuh makhluk yang bernyawa dengan cara yang seperti itu. naudzubillah mindzalik..

Selasa, 19 Mei 2015

Rasanya aku sudah kehilangan mereka

Sedikit egois dengan apa yang terjadi saat ini. Sudah lupakah mereka dengan sahabat yang jauh ini? Tidak seperti tahun kemarin yang sangat berkesan. Di tahun ini mereka semua lupa. Arti diriku saat ini mungkin bukan lagi sahabat, melainkan sudah menjadi teman. Rasanya ini sakit. Kehilangan sahabat?? Bagaimana bisa?? Orang yang sudah begitu dekat dan sudah menjadi keluarga kita sendiri sekarang bukan lagi seperti sahabat aku dulu yang sangat care. Aku tau begitu banyak masalah dan persoalan yang sedang mereka hadapi. Dari masalah keluarga hingga persoalan tugas akhir, tapi itu bukan alasan yang tepat mereka seperti ini. Tidak ada komunikasi sama sekali. Sungguh ini yang selalu membuat hati dan pikiran menjadi down. Aku kehilangan sahabat ku?? Ah.. mungkin cerita itu telah berakhir. Pada akhirnya aku tetaplah sendiri. Yang harus tetap mandiri mengambil keputusan masa depan ku walaupun tanpa semangat dari mereka. Dan tak bisa membagi canda tawa lagi seperti dulu.. aku benar-benar kehilangan. Semoga dengan ini Allah memberikan hal yang lebih baik disini. Karena aku tetap mendoakannya agar mereka sukses dalam masa depannya.